Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Minke: Bayi Semua Bangsa

  " Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan, di mana pun ada yang mulia dan jahat.... Kau sudah lupa kiranya, Nak, yang kolonial selalu iblis. Tak ada yang kolonial pernah menindahkan kepentingan bangsamu."

Sejarah Sedang Terulang

Gambar
Mereka yang tidak mengingat masa lalu dikutuk untuk mengulanginya. -George Santayana Tirto.id Jakarta menjadi lebih dingin dari biasanya, meskipun matahari bersinar sedang terik di atas gedung-gedung tinggi. Tidak ada suara klakson mobil yang bersahutan, tak ada demonstrasi mahasiswa yang berani turun ke jalan. Suasana ibu kota yang biasanya penuh hiruk pikuk kini berubah menjadi hening. Tidak ada sosial media yang memanas banjir kritik. Semua memilih diam. Bima, seorang mahasiswa semester akhir, ia duduk dengan tenang di kamarnya yang kurang akan pencahayaan itu. Di tangannya, menggenggam secarik koran yang baru dibelinya di warung dekat kampus. Dibacanya pada halaman terdepan dengan judul yang menganga begitu besarnya membuat dadanya terasa sangat sesak: "DWIFUNGSI TNI RESMI DISAHKAN, MILITER KEMBALI KE POLITIK" Mata Bima langsung membelak penuh keterkejutan. Berharap matanya salah membaca. Namun, tidak. Keputusan itu nyata. Dengan undang-undang baru ini, militer kembali me...

Bumi Manusia dan Pelajaran Esensial Hidup

Gambar
Kompas.com "Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan." Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia.  Hampir semua orang pernah mendengar kalimat di atas. Kalimat tersebut berasal dari Pramoedya Ananta Toer, seorang maestro sastra Indonesia, julukan ini disematkan kepadanya berkat kepiawaiannya dalam menulis serta kontribusi besarnya dalam dunia sastra. Beliau melahirkan sebuah mahakarya berjudul Bumi Manusia . Novel tersebut mampu membawa kita ke dalam realitas kelam kehidupan rakyat Indonesia yang masih terjajah oleh kolonialisme. Melalui tokoh minke, seorang pribumi terpelajar, kita dapat melihat begitu maraknya diskriminasi dan penindasan kejam kepada para pribumi, Hindia-Belanda. Dengan semangatnya yang membara dan kecerdasan yang dimiliki, ia justru berhadapan dengan kenyataan pahit. Di tanah kelahirannya sendiri, ia ditindas karena hanya seorang pribumi. Dipaksa tunduk dengan sistem yang kejam, merampas harkat dan martabatn...